Mengalir air dari sumber menuju persinggahan terakhirnya, LAUT. Banyak aral rintangan yang dilalui oleh air. Ada yang sampai pada puncaknya..(LAUT) ada yang menguap dan mengering.
Adapun yang di laut, terus bergerak dan mengalir dari suhu udara dingin ke suhu udara panas. Begitu seterusnya sehingga laut menjadi seimbang dalam suhunya (tidak terlalu panas dan dingin menurut kadarnya).
Adapun yang menguap, dan terbawa angin digerakkan oleh malaikat dari yang suhunya dingin ke suhunya panas. Sehingga seimbanglah suhu bumi (tidak terlalu panas dan dingin menurut kadarnya). Bumi pun tidak menjadi kering.
Adapun yang menguap, berkumpul di atas dan menjadi awan. Berteduhlan binatang-binatang di muka bumi karenanya. Kembali lagi TUHAN memerintahkan malaikat-NYA untuk membawa gumpalan awan di tempat yang gersang. Sehingga turunlah hujan di tempat yang gersang.
Sehingga seimbanglah Bumi kembali dengan air yang ada di dalamnya tuk menghidupi makhluk hidup yang ada di permukaan tanahnya.
BAGAIMANA DENGAN MANUSIA ???
Manusia bergerak dari rakyat paling bawah. Terus mendaki dan beranjak menjadi sesosok gunung di pemerintahan. Untuk mengelola dan mengatur hasil-hasil Bumi (Industri Masyarakat). Manusia-manusia langit (pemimpin-pemimpin) mengaturnya sehingga menjadi seimbang (Tidak ada yang kekurangan) seperti malaikat yang meniup angin membawa butiran-butiran air ke tempat yang gersang.
Demikianlah seterusnya sehingga sejahteralah BUMI.
Demikianlah seharusnya sehingga sejahteralah MANUSIA.
Seperti itulah pelayanan Langit kepada Bumi.
BAGAIMANA DENGAN SEKARANG ???
Kekeringan di satu sisi, dan Banjir di sisi lain adalah wujud tidak seimbangnya alam.
Kelaparan di satu sisi, dan dibuangnya makanan-makanan di sisi lain.
Atau naiknya harga dan tercekiknya rakyat bawah, dibanding menggelembungnya dana pembangunan yang semakin menghimpit perut dan pikiran manusia-manusia yang hanya bisa menggeliat. Tak sanggup bersuara.
manakah yang benar??
Bumi melayani langit??
atau
Langit melayani Bumi??