Sabtu, 21 November 2009

The Musa

Dear Blogers,

Masih ingatkah kita tentang kisah suri tauladan yang baik. Rasulullah Musa. Ato lebih ngetrennya dipanggil Nabi Musa. Di kristen 'n katolig Moses, dan di buku pelajaran sekolah Nabi Musa AS. Apapun sebutannya pokoke podo wae lah...

Konon disebutkan bahwa beliau mempunyai mukjizat membelah lautan.

Blogers, mari kita ungkap secara ilmiah dan logis tentang proses pembelahan laut tersebut (kan ga mungkin ga ada angin ga ada ujan trus laut tiba2 terbelah. Alam semesta aja ada proses kan)....

Menurut sejarah, peristiwa itu terjadi +- 3500 tahun yang lalu. Tepatnya pada zaman paraoh(fir'aun. sebutan bagi bangsa mesir) Ramses II. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ramses_II)

Baiklah, mari kita coba untuk melihat lebih jauh ke lokasi tempat Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberang menurut para ahli tersebut. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuwaybi. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuwaybi ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuwaybi ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Jarak antara Nuwaybi ke Arab sekitar 1800 meter (menurut peta dari MSN Encarta bahkan sekitar 10 km) -kalo ga percaya, facebooker bisa meneliti sendiri-. Lebar lintasan dimana laut terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah blogers membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat menyibakkan air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? -di alkitab sih, jumlah umat beliau yang berumur 20-40 th ada 635.000 orang- . Facebooker bisa membayangkan mreka pindah ga?? kalo dari atas kaya ngliat semut pindahan gitu... (apakah memang seperti itu? kalo kaya gitu fir'aun / paraoh gampang nangkepnya dong).

Menurut sebuah perhitungan diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Atau jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, maka akan melebihi kecepatan angin pada saat terjadi Hurikan. Atau jika mengacu kepada perhitungan seorang pakar dari Rusia yang bernama Volzinger, diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam.

Perhitungan sih emang keren. Ilmuan emang hebat dalam mengambil rata-rata. Cuman masalahnya, bisa bertahan atau tidak ya manusia bertahan hidup dalam tekanan yang seperti itu. Untuk menyelam di kedalaman laut hingga 280 meter, itu dibutuhkan orang yg pro. dan tabung oxigen sebagai alat bantu pernafasan. karena paru2 dipompa ama tekanan dari tabung. sehingga paru2 tidak pecah karena tekanan dari luar.

Sedangkan yg ikut dalam perjalanan Musa hanyalah orang2 biasa. Tambah lagi daratan laut yg terendam lama banget. pasti berlumpur dah... gimana cara menarik kreta2 nya yach...

Udahlah, ga usah dipikirkan, itu kan mukjizat dari TUhan.

Nah, itu dia yg perlu diklarifikasi. Jika Musa memukul tongkatnya hanya gara2 kejaran dari fir'aun cs, pasti Musa ga lulus dalam ujian Tuhan. Karena Musa ga sabar.

Blogers, tentu ada arti yg lebih dalam dari mengambil mentah-mentah pengertian tersebut. Jika kita lebih cermat, pasti lebih selamat dari tipuan-tipuan gombal garing kaya gitu. Karena kisah Nabi dan Rasul itu untuk diambil pelajaran dan dicontoh.

Jika Musa bisa membelah lautan (dengan izin Tuhan kata orang sono), sanggupkah kita menirunya?

Tetapi karena dianggap sebagai dongeng, kebenaran sejarah itu tidak pernah diteliti dengan serius dan hanya dianggap sebagai pengantar bobonya si kecil.

Tetap Semangat??? Otomatis.....

Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam (QS. 1/2)

Selasa, 13 Oktober 2009

The Star

Mereka mengatakan
"Ini baik, datangnya dari Tuhan"

Lalu mereka memakan yang baik itu tanpa memikirkan keadaan saudaranya yang lain


Lalu sebagian yang lain mengatakan
"Ini sangatlah buruk. Ini datangnya dari keegoisan dia. Dari kebodohan dia."

Lalu mereka saling menyalahkan dan membentuk golongan-golongan di dalam golongan yang sudah ada tanpa memikirkan kesatuan yang telah ditunjuk oleh bintang soraya hanya demi mendapatkan yang baik. Karena mereka mengatakan "Yang baik adalah dari Tuhan dan yang buruk itu dari kamu."

Kamu dengan jari telujunk ke arah yang ditunjuk, sedang 3 jari lain menunjuk ke dirinya sendiri. Sedang jari jempolnya netral menunjuk ke tanah.

Sebenarnya siapa yang bodoh?

Tidak adakah yang mengatakan seperti yang dikatakan oleh bintang soraya.
"Semua ini datangnya dari Tuhan, yang mengatur dan mendidik alam semesta"

Segala Puji Bagi Dia, Tuan Semesta Alam

Rabu, 09 September 2009

Langit untuk Bumi

Mengalir air dari sumber menuju persinggahan terakhirnya, LAUT. Banyak aral rintangan yang dilalui oleh air. Ada yang sampai pada puncaknya..(LAUT) ada yang menguap dan mengering.

Adapun yang di laut, terus bergerak dan mengalir dari suhu udara dingin ke suhu udara panas. Begitu seterusnya sehingga laut menjadi seimbang dalam suhunya (tidak terlalu panas dan dingin menurut kadarnya).

Adapun yang menguap, dan terbawa angin digerakkan oleh malaikat dari yang suhunya dingin ke suhunya panas. Sehingga seimbanglah suhu bumi (tidak terlalu panas dan dingin menurut kadarnya). Bumi pun tidak menjadi kering.

Adapun yang menguap, berkumpul di atas dan menjadi awan. Berteduhlan binatang-binatang di muka bumi karenanya. Kembali lagi TUHAN memerintahkan malaikat-NYA untuk membawa gumpalan awan di tempat yang gersang. Sehingga turunlah hujan di tempat yang gersang.

Sehingga seimbanglah Bumi kembali dengan air yang ada di dalamnya tuk menghidupi makhluk hidup yang ada di permukaan tanahnya.


BAGAIMANA DENGAN MANUSIA ???

Manusia bergerak dari rakyat paling bawah. Terus mendaki dan beranjak menjadi sesosok gunung di pemerintahan. Untuk mengelola dan mengatur hasil-hasil Bumi (Industri Masyarakat). Manusia-manusia langit (pemimpin-pemimpin) mengaturnya sehingga menjadi seimbang (Tidak ada yang kekurangan) seperti malaikat yang meniup angin membawa butiran-butiran air ke tempat yang gersang.

Demikianlah seterusnya sehingga sejahteralah BUMI.
Demikianlah seharusnya sehingga sejahteralah MANUSIA.

Seperti itulah pelayanan Langit kepada Bumi.


BAGAIMANA DENGAN SEKARANG ???

Kekeringan di satu sisi, dan Banjir di sisi lain adalah wujud tidak seimbangnya alam.

Kelaparan di satu sisi, dan dibuangnya makanan-makanan di sisi lain.

Atau naiknya harga dan tercekiknya rakyat bawah, dibanding menggelembungnya dana pembangunan yang semakin menghimpit perut dan pikiran manusia-manusia yang hanya bisa menggeliat. Tak sanggup bersuara.


manakah yang benar??

Bumi melayani langit??

atau

Langit melayani Bumi??